OJK Lampung Perkuat Literasi Dan Inklusi Keuangan Syariah Melalui Epiks Di Lampung Timur Dan Metro

DWI PARWATI
 

Lampung – Otoritas Jasa Keuangan (Ojk) Provinsi Lampung Bersama Pemerintah Provinsi Lampung, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, Pemerintah Kota Metro, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Tpakd), Serta Lembaga Jasa Keuangan Syariah Melaksanakan Kegiatan Ekosistem Pusat Inklusi keuangan Syariah (Epiks) Di Dua Lokasi Berbeda.

Pelaksanaan Epiks Lampung Timur Diselenggarakan Pada 19 Februari 2026 Di Pondok pesantren Muhammadiyah Abu Dzar Al Ghifari Kabupaten Lampung Timur.

Selanjutnya, Epiks Kota Metro Dilaksanakan Pada 20 Februari 2026 Di Pondok
pesantren Al Muhsin Kota Metro.

Program Epiks Merupakan Wadah Kolaborasi Antara Pondok Pesantren, Lembaga Jasa keuangan Syariah, Pemerintah Daerah, Dan Pelaku Usaha Untuk Mendorong peningkatan Literasi Dan Inklusi Keuangan Syariah Secara Terintegrasi Dan berkelanjutan. Melalui Program Ini, Pesantren Didorong Tidak Hanya Memahami Prinsip
keuangan Syariah, Tetapi Juga Mampu Mengakses Serta Memanfaatkannya Secara
produktif Dalam Mendukung Kemandirian Ekonomi.
di Kabupaten Lampung Timur, Kegiatan Epiks Turut Mengintegrasikan Program Bank sampah Sebagai Pintu Masuk Edukasi Literasi Keuangan Syariah. Santri Yang Aktif
mengelola Dan Menabung Hasil Pengelolaan Sampah Difasilitasi Untuk Membuka Rekening Tabungan Syariah, Sehingga Terbentuk Kebiasaan Menabung Sejak Dini sekaligus Menanamkan Kepedulian Terhadap Lingkungan.

Ojk Provinsi Lampung Menjelaskan Bahwa Epiks Memiliki Empat Pilar Utama, Yaitu
edukasi Dan Literasi Keuangan Syariah, Akses Dan Layanan Keuangan Syariah,
pemberdayaan Ekonomi Pesantren, Serta Pendampingan Dan Pemantauan
Berkelanjutan. Melalui Ekosistem Ini, Pondok Pesantren Diharapkan Menjadi Sentra pengembangan Umkm Syariah, Inkubasi Bisnis Santri, Serta Penggerak Ekonomi masyarakat Sekitar.

Bupati Lampung Timur Menyampaikan Apresiasi Atas Pelaksanaan Epiks Dan
menegaskan Bahwa Pondok Pesantren Memiliki Potensi Besar Dalam Membangun
ekosistem Ekonomi Syariah Yang Mandiri Dan Berkelanjutan. Dengan Jumlah Pesantren yang Besar Di Wilayah Tersebut, Penguatan Literasi Dan Inklusi Keuangan Syariah Dinilai sangat Strategis Dalam Mendukung Pembangunan Ekonomi Daerah.

Sementara Itu Di Kota Metro, Pelaksanaan Epiks Juga Dikolaborasikan Dengan
penguatan Program Bank Sampah Yang Telah Berjalan. Melalui Pendekatan Ekonomi sirkular, Sampah Dipandang Sebagai Sumber Daya Bernilai Ekonomi Yang Dapat Dikelola menjadi Tabungan, Modal Usaha, Serta Sarana Pembelajaran Kewirausahaan Bagi santri.

Pemerintah Provinsi Lampung Dan Pemerintah Kota Metro Menyatakan Komitmennya untuk Terus Mendukung Sinergi Antara Pesantren Dan Lembaga Jasa Keuangan Dalam rangka Memperluas Akses Keuangan Syariah, Memperkuat Pemberdayaan Ekonomi pesantren, Serta Menjaga Kelestarian Lingkungan Melalui Pengelolaan Sampah Yang
produktif Dan Berkelanjutan.

Melalui Pelaksanaan Epiks Di Lampung Timur Dan Metro Ini, Diharapkan Pondok
pesantren Dapat Berkelanjutan Pertumbuhan Ekonomi Syariah Berbasis Komunitas yang Religius, Mandiri, Produktif, Dan Peduli Lingkungan.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *