banner 120x600
banner 120x600

Ekonomi Desa dan Kelurahan SE Provinsi Lampung dorong Koperasi Merah Putih jadi Motor

DWI PARWATI
banner 120x600

 

Bandar Lampung —-
Komitmen memperkuat peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan terus diperkuat. Salah satunya melalui Seminar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih se-Provinsi Lampung yang digelar di Gedung Semergou, Kota Bandar Lampung, Jumat (4/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi wadah strategis untuk memperkuat pemahaman, koordinasi, dan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan dalam mempercepat implementasi program KDKMP di Provinsi Lampung.

Seminar dihadiri sejumlah pejabat pemerintah, pengurus koperasi, dan unsur terkait lainnya. Forum ini juga menjadi ruang dialog untuk membahas tujuan, urgensi, serta strategi pengembangan KDKMP agar mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa dan kelurahan.

Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus), Aris Marsudiyanto, menegaskan bahwa koperasi tidak boleh hanya berfokus pada peningkatan produksi semata.

Menurutnya, KDKMP harus mampu mendorong hilirisasi produk desa dan kelurahan sehingga hasil produksi masyarakat memiliki nilai tambah, daya saing yang lebih tinggi, serta dapat meningkatkan kesejahteraan warga.

READ  Pemkot Bandarlampung Pantau Jalannya Kemeriahan Malam Pergantian Tahun

“Jangan sampai hasil produksi dari desa hanya dijual dalam bentuk bahan mentah. Koperasi harus menjadi instrumen yang mampu mengolah, mengembangkan, dan meningkatkan nilai ekonomi produk lokal,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menilai KDKMP memiliki potensi besar sebagai instrumen penguatan ekonomi masyarakat berbasis desa dan kelurahan.

Menurut Gubernur, kekayaan dan potensi ekonomi yang dimiliki masyarakat perlu dikelola melalui kelembagaan yang kuat agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat dan tidak seluruhnya mengalir ke pusat-pusat ekonomi di perkotaan.

“Desa dan kelurahan harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Koperasi menjadi sarana untuk mengelola potensi yang ada agar memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” kata Mirza.

Dukungan nyata terhadap program tersebut juga ditunjukkan Pemerintah Kota Bandar Lampung. Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menyampaikan bahwa Pemkot telah memberikan bantuan modal awal sebesar Rp50 juta kepada masing-masing KDKMP yang tersebar di 126 kelurahan.

Dengan demikian, total dukungan modal yang digelontorkan mencapai Rp6,3 miliar sebagai langkah awal memperkuat kelembagaan dan aktivitas ekonomi koperasi di tingkat kelurahan.

READ  Komisaris PLN Arcandra Tahar Kunjungi Lampung, Ini Agendanya

“Harapannya, koperasi ini tidak hanya terbentuk secara administrasi, tetapi benar-benar aktif menjalankan usaha dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar Eva Dwiana.

Program KDKMP diharapkan berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang mampu memperkuat rantai produksi, distribusi, dan pemasaran berbagai komoditas unggulan daerah.

Selain membuka peluang usaha dan menciptakan lapangan kerja, koperasi juga diharapkan berperan dalam memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan nilai tambah produk lokal, serta mendorong terwujudnya kemandirian ekonomi masyarakat.

Seminar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih se-Provinsi Lampung ini sekaligus menegaskan komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat untuk menjadikan koperasi sebagai salah satu pilar utama pembangunan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis potensi lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *