banner 120x600
banner 120x600

Kopi Robusta Lampung Tembus Italia, Ekspor Tiga Kontainer Capai Rp3,5 Miliar

Editor
banner 120x600

BANDAR LAMPUNG (IP) – Kopi robusta asal Lampung kembali menembus pasar internasional. Kali ini, PT Sumber Kurnia Alam (SKA) melakukan ekspor tiga kontainer biji kopi robusta ke Italia dengan total berat 57 ton dan nilai mencapai sekitar Rp3,5 miliar.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Lampung mengatakan, penetrasi produk lokal ke Italia, yang dikenal sebagai salah satu negara dengan budaya kopi terkemuka di dunia, menjadi bukti bahwa kopi robusta Lampung memiliki mutu, cita rasa, dan standar yang mampu bersaing di pasar internasional.

“Penetrasi produk lokal kita ke pasar Italia, salah satu kiblat penikmat kopi dunia, membuktikan bahwa mutu, cita rasa, dan standar kopi robusta Lampung diakui serta bersaing di tingkat internasional,” ujarnya.

Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari sinergi seluruh pemangku kepentingan ekspor di Lampung, mulai dari Pemerintah Provinsi Lampung, Kementerian Perdagangan RI, Bea dan Cukai, Balai Karantina, instansi terkait, hingga dunia usaha.

Kadis Perdagangan menegaskan, Pemprov Lampung menyadari bahwa pengembangan ekspor tidak dapat dilakukan sendiri. Kolaborasi dan dukungan berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan, khususnya Kementerian Perdagangan RI, sangat dibutuhkan untuk memperluas akses produk Lampung ke pasar global.

READ  Inflasi September 0,05%, Daya Beli Provinsi Lampung Terjaga

“Kami berharap kementerian terus membuka perluasan akses pasar global dan senantiasa melibatkan Provinsi Lampung dalam berbagai diplomasi perdagangan serta promosi internasional,” katanya.

Ia mengatakan, tantangan perdagangan global ke depan semakin kompleks. Negara-negara tujuan ekspor mulai menerapkan regulasi yang semakin ketat, termasuk terkait isu keberlanjutan.

Karena itu, momentum surplus perdagangan harus dimanfaatkan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas ekspor Lampung. Pemerintah daerah mendorong agar ekspor tidak berhenti pada pengiriman bahan mentah, tetapi diarahkan pada produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

“Momentum surplus perdagangan ini harus kita jadikan pijakan untuk meningkatkan nilai tambah yang dihasilkan dari ekspor bahan mentah menjadi produk olahan bernilai tinggi, serta efisiensi logistik dan perizinan,” ujarnya.

Menurutnya, hilirisasi menjadi langkah penting untuk memperkuat daya saing komoditas Lampung di pasar global. Selain meningkatkan nilai ekonomi, pengolahan produk di dalam daerah juga diharapkan mampu memberikan dampak lebih besar terhadap perekonomian masyarakat.

Keberhasilan ekspor kopi robusta ke Italia menjadi salah satu contoh bahwa komoditas unggulan Lampung memiliki peluang besar di pasar internasional. Pemprov Lampung pun akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan pelaku usaha untuk membuka pasar baru sekaligus meningkatkan volume dan nilai ekspor daerah.

READ  Wali Kota Eva Dwiana Ajak Pengusaha Muda HIPMI Perkuat UMKM Bandar Lampung

Dengan dukungan berbagai pihak, kopi robusta Lampung diharapkan tidak hanya mampu mempertahankan pasar yang telah ada, tetapi juga terus memperluas penetrasi ke berbagai negara tujuan ekspor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *