BANDAR LAMPUNG (IP) – Ketua Pemuda Panca Marga (PPM) Lampung, Bustomi, menegaskan pentingnya memberikan perhatian dan penghargaan yang layak kepada para veteran beserta putra-putri pejuang kemerdekaan.uang berlangsung diruang Abung Pemprov,Pada kamis (23/7/2026).
Menurutnya, bangsa Indonesia tidak akan berdiri kokoh tanpa jasa dan pengorbanan para pejuang yang telah mempertaruhkan jiwa, raga, hingga harta benda demi kemerdekaan.
Bustomi mengatakan, para pejuang kemerdekaan merupakan sosok yang telah berjuang tanpa memikirkan jabatan maupun kepentingan pribadi. Mereka hanya memiliki satu tujuan, yakni mewujudkan kemerdekaan Indonesia.
“Orang-orang yang harus mendapat tempat di negara ini adalah mereka yang telah berani mengorbankan jiwa, raga, dan harta bendanya. Mereka tidak memikirkan jabatan ataupun harta. Yang mereka pikirkan hanya satu, yaitu kemerdekaan,” ujar Bustomi.
Ia menilai, keberadaan PPM sebagai organisasi yang sejak awal menjadi wadah berhimpun para putra-putri pejuang dan veteran memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai perjuangan sekaligus memperkuat solidaritas antargenerasi.
Karena itu, Bustomi menyambut baik proses reorganisasi PPM yang telah berlangsung di Provinsi Lampung. Ia berharap momentum tersebut dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat komunikasi dan kebersamaan seluruh anggota serta keluarga besar putra-putri veteran di Lampung.
“Saya berharap seluruh anggota dan anak keturunan para veteran di Provinsi Lampung dapat mulai membangun komunikasi. Kalau ada kebutuhan dan kepentingan yang berkaitan dengan perjuangan serta kesejahteraan mereka, tentu kita harus saling membantu,” katanya.
Bustomi yang juga merupakan anggota DPD RI tersebut menyatakan kesiapannya untuk menjembatani berbagai aspirasi dan kepentingan keluarga besar veteran, terutama yang berkaitan dengan kesempatan berusaha, akses pekerjaan, maupun peluang untuk meningkatkan kesejahteraan.
Menurutnya, perjuangan untuk meningkatkan kesejahteraan putra-putri veteran harus dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan berbagai pihak, baik pemerintah, legislatif, maupun dunia usaha.
“Perlu kita konsultasikan dan perjuangkan bersama. Putra-putri veteran harus mendapatkan kesempatan berusaha, peluang kerja, dan akses untuk berkembang. Kita yang memiliki kesempatan untuk memimpin, baik di eksekutif, legislatif, maupun dunia usaha, harus saling bahu-membahu,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, Bustomi mendorong PPM Lampung untuk melakukan konsolidasi dan pendataan ulang keluarga besar putra-putri veteran yang tersebar di 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.
Pendataan tersebut dinilai penting untuk mengetahui keberadaan dan kondisi anggota keluarga besar veteran secara lebih akurat. Dengan data yang terhimpun, organisasi dapat menyusun program yang lebih tepat sasaran sekaligus memberikan dukungan sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
“Kita ingin melakukan pendataan dan mendaftar ulang putra-putri veteran yang ada di 15 kabupaten/kota. Kita ingin mengetahui keberadaan mereka, kemudian saling memberikan dukungan, baik dukungan moril maupun membuka akses dan peluang,” jelasnya.
Bustomi menekankan bahwa semangat gotong royong harus menjadi kekuatan utama dalam membangun organisasi. Menurutnya, keluarga besar veteran tidak boleh berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus saling mendukung dan memperkuat satu sama lain.
“Kalau ada saudara kita yang membutuhkan dukungan, mari kita bantu. Yang memiliki akses, mari membuka akses. Yang memiliki peluang, mari memberikan peluang. Inilah bentuk kegotongroyongan yang harus kita bangun,” pungkasnya.











