BANDAR LAMPUNG (IP) – Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Lampung menegaskan komitmennya mendukung program pemerintah dalam menyediakan hunian yang berkualitas, terjangkau dan layak bagi masyarakat.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Musyawarah Daerah (Musda) VI Dewan Pengurus Daerah (DPD) Apersi Lampung Tahun 2026 yang digelar di Emersia Hotel Bandar Lampung, Kamis (20/8/2026).
Mengusung tema “Bersinergi Membangun Lampung melalui Perumahan Berkualitas, Terjangkau dan Berkelanjutan”, Musda VI menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat sinergi antara pengembang, pemerintah daerah dan lembaga pembiayaan dalam pembangunan sektor perumahan di Lampung.
Apersi Lampung juga menyatakan dukungannya terhadap program pemerintah dalam pengadaan 3.000 unit rumah hingga 2029. Pembangunan tersebut diharapkan tidak sekadar mengejar jumlah unit, tetapi juga memastikan masyarakat mendapatkan rumah yang aman, sehat, nyaman dan layak huni.
Ketua Apersi Lampung, Dedy Indra Setiawan, menyampaikan bahwa Musda VI diharapkan menjadi momentum memperkuat persatuan dan mempererat silaturahmi seluruh anggota.
Menurutnya, soliditas organisasi menjadi modal penting bagi Apersi untuk terus memberikan kontribusi dalam pembangunan perumahan dan permukiman di Provinsi Lampung.
Sementara itu, Ketua Apersi Lampung periode sebelumnya, Ir. Mariyo Arianto, dalam sambutannya mengungkapkan perjalanan lima tahun kepengurusan Apersi tidak terlepas dari berbagai tantangan dunia usaha.
“Lima tahun perjalanan kepengurusan Apersi, banyak yang sudah dilalui. Banyak tantangan di dunia usaha, persaingan dan berbagai sektor yang menjadi tantangan. Namun Apersi tetap solid dan menjaga kebersamaan para anggotanya,” ujar Mariyo.
Ia menegaskan, pengembang memiliki tanggung jawab untuk memberikan kontribusi terbaik dalam pembangunan perumahan di Lampung.
“Apersi ikut bertanggung jawab memberikan yang terbaik dalam pembangunan perumahan di Lampung, memberikan hunian yang layak, aman dan nyaman untuk tempat tinggal masyarakat. Kami juga bisa terus mengabdi untuk kepentingan masyarakat banyak,” katanya.
Pemerintah Dukung Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni
Sambutan Gubernur Lampung yang disampaikan oleh Lukman Pura juga menegaskan dukungan pemerintah terhadap pembangunan dan perbaikan hunian masyarakat, khususnya rumah yang tidak layak huni.
Ia menyampaikan, dukungan pemerintah terhadap program tersebut telah mencapai sekitar 1.000 unit rumah dan terus diupayakan meningkat hingga 2.000 unit.
Target tersebut diharapkan dapat terus berkembang sehingga mendukung pencapaian program penyediaan 3.000 unit rumah hingga 2029.
“Pemerintah selalu mendukung program perbaikan rumah yang tidak layak huni. Sudah mendapat dukungan 1.000 unit dan masih terus meningkat hingga 2.000 unit rumah. Diharapkan dapat mencapai target program pemerintah untuk memberikan hunian 3.000 unit rumah,” ujar Lukman.
Ia menekankan bahwa pembangunan perumahan harus memperhatikan aspek aksesibilitas, kesehatan, kelayakan dan keberlanjutan.
Setiap rumah, kata dia, harus memiliki akses yang mudah, berada di lingkungan yang sehat, tertata dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
Apersi Harus Jadi Bagian dari Perubahan
Sementara itu, sambutan Ketua Umum DPP Apersi H. Safran Edi Harianto Siregar yang diwakilkan dalam Musda VI menekankan agar Apersi mampu menjadi bagian dari perubahan dan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah serta sektor perbankan.
Apersi Lampung dinilai memiliki peluang besar untuk terus tumbuh dalam menjawab kebutuhan masyarakat terhadap hunian yang sehat, terjangkau dan berkualitas.
“Apersi harus menjadi bagian dari perubahan dan mampu berkolaborasi. Apersi Lampung mempunyai peluang yang besar untuk tumbuh serta dapat membangun hunian yang sehat, terjangkau dan berkualitas,” demikian pesan yang disampaikan.
Menurutnya, pengembang rumah subsidi tidak semata-mata menjalankan aktivitas bisnis, tetapi juga menjadi bagian dari pembangunan dalam menyediakan hunian sehat bagi masyarakat.
Karena itu, komunikasi dengan pemerintah daerah perlu terus diperkuat. Begitu pula kerja sama dengan lembaga perbankan untuk mendukung pembiayaan sektor perumahan.
DPP Apersi juga berharap Musda VI menjadi momentum untuk memperkuat organisasi dan memastikan Apersi terus menjadi bagian dari pembangunan perumahan dan permukiman di Lampung.
Seluruh anggota diingatkan untuk menjaga persatuan dan menghindari perpecahan dalam proses Musda.
“Jangan ada perpecahan di dalam Musda. Tetap bersatu, solid dan kompak agar Apersi Lampung bisa menjadi Apersi yang berkelanjutan dalam pengembangan perumahan dan permukiman,” pesannya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kabid Perkim Agus Rico, serta perwakilan sejumlah lembaga perbankan dan mitra pembiayaan, di antaranya Bank BTN, BSN dan Fortress.
Musda VI DPD Apersi Lampung diharapkan mampu menghasilkan kepengurusan dan program kerja yang semakin solid, sekaligus memperkuat peran pengembang dalam mendukung target penyediaan hunian layak bagi masyarakat.
Dengan semangat sinergi, Apersi Lampung diharapkan tidak hanya menjadi wadah bagi para pengembang, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadirkan perumahan yang berkualitas, terjangkau, sehat dan berkelanjutan bagi masyarakat Lampung.















