LAMPUNG TENGAH (IP) – Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah (Pemkab Lamteng) terus memperketat akuntabilitas dan kualitas pembangunan infrastruktur di wilayahnya. Melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK), Pemkab Lamteng kini tengah mematangkan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Fakultas Teknik Universitas Lampung (FT Unila) terkait penyusunan Detail Engineering Design (DED) untuk kegiatan swakelola.
Plt. Kepala Dinas BMBK Lampung Tengah, Rahmat Danil, S.E., S.T., mengungkapkan bahwa DED merupakan pijakan vital yang menentukan keberhasilan dan standar teknis proyek di lapangan.
“Penyusunan DED harus dipersiapkan secara matang karena menjadi dasar teknis pelaksanaan pekerjaan. Kami mematangkan PKS dengan FT Unila agar dokumen perencanaan memiliki kajian teknis yang kuat, terukur, dan tepat sasaran,” kata Rahmat Danil usai melakukan pertemuan dengan pihak Unila, Selasa (13/10/2026).
Danil menjelaskan, keterlibatan akademisi Unila akan memberikan sudut pandang keilmuan yang lebih mendalam, mencakup spesifikasi teknis, kondisi riil lapangan, hingga perhitungan volume pekerjaan yang presisi. Langkah ini diambil untuk memastikan potensi kesalahan teknis maupun administratif dapat diminimalkan sejak dini.

Rencana kolaborasi ini mendapat sambutan hangat dari pihak kampus. Dekan Fakultas Teknik Unila, Dr. Ahmad Herison, S.T., M.T., menyatakan kesiapan jajarannya untuk mendukung pembangunan daerah berbasis riset dan kajian teknis.
“Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah adalah langkah positif. Kami berharap kerja sama ini segera ditindaklanjuti sesuai ruang lingkup dan regulasi yang berlaku agar memberi dampak nyata bagi peningkatan mutu infrastruktur,” ujar Dr. Ahmad Herison.
Langkah BMBK Lamteng ini juga menjadi tindak lanjut atas instruksi Plt. Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, S.E., M.Sos., yang menekankan pentingnya penguatan tata kelola pemerintahan, efektivitas anggaran, serta kepatuhan terhadap regulasi.
Rahmat Danil menegaskan, pihaknya komitmen menjalankan arahan pimpinan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan profesionalisme.
“Setiap tahapan pembangunan harus transparan, efisien, dan berkualitas. Harapan kami, hasil akhir dari pembangunan infrastruktur ini benar-benar membawa manfaat jangka panjang bagi seluruh masyarakat Lampung Tengah,” pungkas Danil.















