banner 120x600
banner 120x600

Kasdam XXI/Radin Inten Hadiri Latihan Kesiapsiagaan Operasional Penanggulangan Bencana Gempa Megathrust Kogabwilhan I Tahun 2026

Avatar
banner 120x600

BANGKULU (IP) – Kasdam XXI/Radin Inten, Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Andrian Susanto, S.I.P., M.Han., M.I.Pol., menghadiri kegiatan Latihan Kesiapsiagaan Operasional (LKO) Penanggulangan Bencana Alam gempa bumi megathrust yang diselenggarakan oleh Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I, Sabtu (18/04/2026).

Kegiatan ini berlangsung di kawasan Pantai MD Land Tapak Paderi, Kelurahan Kebun Keling, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu.

Latihan ini dipimpin langsung oleh Pangkogabwilhan I, Kunto Arief Wibowo, dan dihadiri sejumlah pejabat TNI, Polri, pemerintah daerah, serta instansi terkait lainnya, di antaranya Kaskogabwilhan I Laksda TNI Amrin Rosihan Hendrotomo, Sekda Provinsi Bengkulu Herwan Antoni, Danrem 041/Gamas Brigjen TNI Jatmiko Aryanto, serta Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi.

Selain itu, turut hadir unsur Forkopimda, perwakilan Basarnas, BPBD, BMKG, Orari, serta berbagai satuan pendidikan dan relawan kebencanaan.

Latihan ini melibatkan berbagai unsur gabungan, antara lain, 1 SSK Korem 041/Gamas dan Kodim 0407/Kota Bengkulu, 1 SSK Yonif 144/JY, 1 SSK Lanal Bengkulu, 1 SSK Polri (Brimob, Polair, Sabhara), 1 SSK Satpol PP Provinsi Bengkulu, 1 SSK BPBD dan Basarnas, 1 SSK Linmas, 1 SSK Pramuka/Saka Bahari, 1 SSK pelajar dan masyarakat.

READ  Hari Menanam Pohon Indonesia 2025, PLN Group Provinsi Lampung Tanam Seribu Pohon Energi

Rangkaian Kegiatan Latihan, Latihan diawali dengan paparan mitigasi bencana melalui media audio visual, dilanjutkan dengan penyampaian early warning sebagai simulasi kondisi awal gempa. Selanjutnya, BPBD menetapkan status darurat bencana dan membentuk posko, diikuti dengan survei serta pendataan wilayah terdampak.

Tim gabungan kemudian melaksanakan, Triage korban dan pertolongan pertama (MFR), Evakuasi korban dari bangunan terdampak, Operasi water rescue dan penanganan korban tertimbun, Pendataan korban di posko dan pelaporan situasi.

Simulasi juga mencakup gempa susulan, yang memicu pergerakan pasukan menuju titik kumpul sementara serta pembersihan akses jalan menggunakan alat berat.

Kegiatan dilanjutkan dengan, Evakuasi lanjutan warga terdampak, Pelayanan kesehatan darurat, Penanganan gangguan kamtibmas seperti penjarahan, Trauma healing di lokasi pengungsian, Distribusi logistik dan evakuasi udara menggunakan helikopter

Latihan ini merupakan simulasi terpadu penanganan bencana yang melibatkan TNI, Polri, pemerintah daerah, serta berbagai instansi terkait. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan seluruh elemen dalam menghadapi potensi bencana secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Selain itu, latihan ini memiliki nilai strategis dalam menyempurnakan sistem penanggulangan bencana, baik di tingkat nasional maupun daerah. Kesiapsiagaan tidak hanya ditentukan oleh kekuatan personel, tetapi juga oleh keselarasan prosedur, kejelasan rantai komando, serta dukungan sarana dan prasarana.

READ  Gubernur Arinal Bersama Keluarga dan Forkopimda Melaksanakan Ibadah Sholat Idul Fitri 1445 H

Simulasi dimulai dari apel gelar pasukan hingga pergerakan cepat ke lokasi evakuasi. Unsur laut, darat, dan udara diintegrasikan secara maksimal, dengan dukungan kapal evakuasi di bibir pantai, helikopter untuk jalur udara, serta penggunaan drone untuk pemantauan situasi dari udara.

Melalui latihan ini, diharapkan tercipta sinergi yang solid antarinstansi dalam menghadapi potensi bencana besar seperti gempa megathrust, sehingga mampu meminimalisir korban jiwa maupun kerugian material.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *