Wujudkan Swasembada Pangan, Irdam XXI/RI Dampingi Menko Pangan di Rembuk Tani Lampung Selatan

Avatar

LAMPUNG SELATAN (IP) – Suasana penuh semangat dan harapan mewarnai kegiatan Rembuk Tani bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan yang didampingi oleh Irdam XXI/RI Brigjen TNI Enjang, S.I.P., M.Han, di Desa Tetaan, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan. Jum’at (08/05/2026). Kegiatan ini menjadi wadah dialog langsung antara pemerintah dan para petani guna mencari solusi atas berbagai persoalan pertanian di daerah.

Dalam sambutannya, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa rembuk tani digelar untuk mendengar langsung keluhan dan kebutuhan petani di lapangan. Pemerintah, kata dia, terus berupaya menjaga stabilitas harga komoditas pertanian dengan melindungi hasil produksi petani Lampung, khususnya terkait impor bahan kebutuhan tapioka dan pakan ternak agar harga tetap menguntungkan petani.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo memiliki perhatian besar terhadap kesejahteraan petani dan berkomitmen mendorong sektor pertanian menjadi lebih maju dan modern.

Selain itu, Menko Pangan mengungkapkan rencana pengembangan teknologi pertanian di kawasan Register 1 Desa Karang Sari, Kecamatan Ketapang. Lahan negara seluas kurang lebih 100 hektare direncanakan akan dimanfaatkan untuk pengembangan bibit kelapa, cengkeh, kakao, dan komoditas lainnya yang nantinya akan dibagikan kepada masyarakat.

Momentum rembuk tani tersebut juga dimanfaatkan para petani untuk menyampaikan berbagai aspirasi. Mulai dari permintaan bantuan hand traktor, pembangunan jalan akses pertanian, bantuan sumur bor, alat pertanian gleder, hingga pembenahan embung desa demi mendukung produktivitas pertanian.

Sebagai bentuk dukungan nyata kepada petani, kegiatan ditutup dengan penyerahan bantuan pupuk non subsidi jenis Nitrea dan Phonska Plus sebanyak 5 ton kepada kelompok tani.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat sinergi pemerintah dan petani demi mewujudkan ketahanan pangan serta kesejahteraan masyarakat tani di Lampung Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *