banner 120x600
banner 120x600

Lestarikan Warisan Leluhur, Dekranasda Lampung Tengah Pamerkan Pesona Batik dan Tapis di Ajang PKD 2026

Editor
banner 120x600

GUNUNG SUGIH (IP) – Semangat melestarikan warisan budaya lokal sekaligus menggerakkan roda ekonomi kreatif terus digaungkan di Bumi Beguai Jejamo Wawai. Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Lampung Tengah bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat sukses menggelar rangkaian Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Tahun 2026 yang dipusatkan di Gedung Sesat Agung Nuwo Balak, Gunung Sugih, Selasa (27/10/2026).

Ajang meriah ini menghadirkan empat agenda utama yang memadukan unsur edukasi seni, kreativitas, dan daya tarik busana tradisional, yaitu Sanak Membatik, Melukis Bersama Maestro, Fashion Show Batik Lampung Tengah, dan Fashion Show Tapis Carnival. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang sebagai ruang interaktif bagi anak-anak, generasi muda, para seniman, hingga pelaku IKM untuk merawat dan mengembangkan kekayaan budaya daerah.

Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Dekranasda Kabupaten Lampung Tengah, Ni Ketut Dewi Nadi Komang Koheri, S.T., M.Sos., menegaskan bahwa kebudayaan adalah jati diri dan kebanggaan komunal yang harus terus dijaga agar tetap hidup dan adaptif seiring perkembangan zaman.

READ  Hari Statistik Nasional 2025, Wagub Jihan Tekankan Data sebagai "Bahan Bakar" Kebijakan Pembangunan

“Budaya daerah merupakan identitas dan kebanggaan kita bersama. Pelestariannya wajib dilakukan secara berkesinambungan dengan merangkul generasi muda, para seniman, perajin, sektor pendidikan, serta seluruh elemen masyarakat,” ungkap Ni Ketut Dewi Nadi.

Melalui program Sanak Membatik, anak-anak diajak untuk menumbuhkan rasa cinta budaya sejak dini. Mereka diberikan kesempatan langsung untuk mengenal teknik dasar membatik—mulai dari mengenali pola, memadukan warna, hingga menuangkan imajinasi kreatif ke atas selembar kain.

“Anak-anak adalah estafet penerus penjaga warisan budaya kita. Dengan memberikan ruang belajar dan berekspresi sejak dini, kami optimis mereka akan tumbuh dengan rasa bangga terhadap identitas daerahnya,” tambahnya.

Tak kalah menarik, sesi Melukis Bersama Maestro juga memberikan pengalaman berharga bagi para pelajar dan generasi muda. Mereka dapat menimba ilmu secara langsung dari para seniman lukis senior asal Lampung, menyerap teknik melukis, serta menggali inspirasi dari pengalaman panjang para maestro.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Tengah, Dr. Nur Rohman, S.E., M.Sos.I., menyampaikan bahwa PKD 2026 menjadi instrumen strategis dalam menanamkan kesadaran kolektif mengenai pentingnya merawat akar budaya leluhur di kalangan generasi muda.

READ  Bimo Epyanto Jabat Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung

“Melalui berbagai perlombaan dan pameran kreativitas ini, kami ingin generasi muda tidak sekadar tahu, tetapi benar-benar memahami nilai, filosofi, dan proses kreatif di balik karya-karya tersebut. Budaya harus hidup melalui dunia pendidikan, praktik nyata, dan keterlibatan aktif masyarakat,” tutur Nur Rohman.

Puncak semarak acara turut diwarnai oleh gelaran Fashion Show Batik Lampung Tengah dan Tapis Carnival. Peragaan busana ini menampilkan berbagai kreasi busana bernuansa lokal yang dikemas secara modern namun tetap mempertahankan pakem budaya tradisional, sekaligus membuktikan bahwa Tapis dan Batik Lampung memiliki daya saing tinggi di kancah industri kreatif masa kini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *