BANDAR LAMPUNG (IP) – Resmi mengemban amanah sebagai Bupati Lampung Tengah definitif (sisa masa jabatan 2025–2030), I Komang Koheri langsung menancap gas. Didampingi Ni Ketut Dewi Nadi yang dilantik sebagai Ketua TP PKK, Tim Pembina Posyandu, dan Dekranasda Lampung Tengah, ia berkomitmen menghadirkan perubahan nyata lewat program 100 hari kerja.
Pelantikan yang dipimpin langsung oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di Balai Keratun, Selasa (3/11/2026), menjadi tonggak awal kepemimpinan Koheri. Mengusung filosofi lokal “Beguai Jejamo Wawai” (bekerja bersama-sama untuk kebaikan), ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergotong royong membangun daerah.
Dalam masa awal kepemimpinannya, Komang Koheri memetakan beberapa sektor krusial yang langsung menjadi prioritas penanganan:
Infrastruktur Mantaplewat “Jalan Mulus BERDIKARI”: Program ini difokuskan untuk mempercepat pembangunan jalan berdasarkan aspirasi warga, guna memperlancar konektivitas antarkampung sekaligus mendongkrak distribusi hasil tani dan akses ekonomi.
Pengentasan Kemiskinan & Stunting (“SEKINKER GELOWING”): Mengandalkan kolaborasi lintas sektor bersama dunia usaha lewat skema CSR, pemerintah daerah memperkuat gerakan gerebek lawan stunting serta penyejahteraan warga kurang mampu.
Jaring Pengaman Sosial (“BAKTI SOSIAL SEJIWA”): Memperluas jangkauan empati dan integrasi sosial bagi kelompok rentan, lansia, penyandang disabilitas, serta warga yang membutuhkan uluran tangan.
Pendidikan & Pelayanan Publik: Mendorong peningkatan kualitas SDM dan memastikan pelayanan administrasi pemerintah berjalan cepat, transparan, serta merata hingga ke pelosok kecamatan.
Komang Koheri menegaskan bahwa pembangunan di Lampung Tengah tidak boleh hanya terpusat di satu titik. Ia meminta seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh adat, agama, pemuda, hingga pelaku usaha untuk bergerak seirama dalam satu visi.
“Lampung Tengah adalah rumah kita bersama. Kemajuannya adalah tanggung jawab kita semua. Mari kita wujudkan Lampung Tengah yang Unggul, Adil, dan Sejahtera Menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Koheri.















