banner 728x250

PLN UID Lampung Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Bencana Banjir

banner 120x600
banner 468x60

BANDARLAMPUNG (IP) – Intensitas curah hujan tinggi yang mengguyur di sebagian wilayah Provinsi Lampung telah mengakibatkan banjir di beberapa lokasi. PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terutama keamanan kelistrikan saat menghadapi cuaca ekstrem hingga bencana banjir.

Senior Manager Distribusi PLN UID Lampung, Huslan Husain mengatakan bahwa keselamatan masyarakat terutama keselamatan kelistrikan menjadi hal yang paling penting. Ia menjelaskan, masyarakat wajib memahami langkah apa saja yang harus dilakukan dalam upaya keselamatan kelistrikan ketika terjadi banjir.

banner 325x300

“Listrik sangat berbahaya bila di daerah lembab, sebab air merupakan penghantar listrik yang baik. Untuk mengatasi jika terjadi banjir, pertama, matikan segera sumber listrik dari Meter Circuit Breaker (MCB) atau termis pada kwh meter jika air mulai membanjiri rumah atau ada kebocoran air yang mendekati aliran listrik,” jelas Huslan.

Kemudian ia menambahkan, cabut seluruh peralatan listrik yang masih tersambung dengan stop kontak dan pindahkan peralatan elektronik ke tempat yang lebih tinggi dan aman.

Selanjutnya, apabila banjir terjadi, petugas PLN secara sigap terpaksa memadamkan listrik di wilayah terdampak agar tidak terjadi potensi tersengat listrik.

“Kemudian, masyarakat juga dapat melaporkan segera kepada PLN melalui aplikasi PLN Mobile, Contact Center PLN 123 atau hubungi kantor PLN terdekat, jika masyarakat mengetahui terdapat potensi bahaya listrik dampak dari cuaca ekstrem dan banjir,” imbuhnya.

Ditambahkannya, masyarakat juga dapat menghubungi instansi terkait penanggulangan bencana akibat cuaca ekstrem seperti banjir, longsor ataupun pohon tumbang.

Setelah banjir surut, ia menuturkan, semua pihak harus memastikan semua instalasi listrik dalam keadaan kering sebelum aliran listrik dinyalakan kembali. Penormalan listrik oleh PLN akan dilakukan apabila instalasi PLN maupun warga sudah dalam kondisi kering dan siap dialiri listrik. Penyalaan listrik akan dilakukan dengan didahului oleh penandatanganan berita acara disaksikan oleh Ketua RT, RW atau tokoh masyarakat setempat.

Ia mengingatkan kepada masyarakat yang akan memasuki kawasan banjir, perlu menggunakan alat pengamanan diri seperti sepatu boots karet yang kedap air, sehingga jika melewati genangan air dapat menghindari risiko terkena pecahan kaca, paku, bakteri, maupun arus listrik bocor.

“Sebagai langkah percepatan pelayanan untuk penyalaan dan penormalan listrik, hubungi petugas PLN melalui aplikasi PLN Mobile. Aplikasi tersebut merupakan layanan digital yang dapat diakses dimana saja selama 7 hari 24 jam,” pungkasnya.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *