Peringati Hari Lupus Sedunia, KOL singgung Gizi hingga Kesehatan Mental Odapus

Avatar

METRO (IP) – Untuk menjadi Orang dengan Lupus (Odapus) yang memiliki hidup yang produktif dan berkualitas, seorang Odapus harus mematuhi hal-hal dalam menjaga kesehatan tubuhnya. Selain kepatuhan untuk kontrol secara rutin meskipun sudah berada dalam kondisi remisi, asupan makanan yang baik untuk tubuh sebagai bagian dari penyembuhan dan penjagaan kondisi tubuh, juga menjaga Kesehatan mental dengan melakukan penerimaan terhadap penyakit Lupus yang diderita. Demikian diantara yang terungkap dalam Bincang Sehat yang diselenggarakan Komunitas Odapus Lampung (KOL di Aula RSU Muhammadiyah Metro pada Minggu (26/5). Kegiatan yang dihadiri sekitar 70 orang Orang dengan Lupus (Odapus) dan pendamping Odapus ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Lupus Sedunia yang jatuh setiap 10 Mei dan Hari Jadi KOL ke-7 pada 13 Mei.

Bincang Sehat yang mengusung tema “Menjadi Odapus yang Produktif, Berkualitas dan Bahagia” ini menghadirkan 3 (tiga) narasumber yaitu dr. Rina Kriswiastiny, Sp.PD., K.R., FINASIM yang menyampaikan tentang hubungan kepatuhan kontrol Odapus terhadap kualitas hidup pasien Lupus, Octa Reni Swtiawati, S.Psi., M,Si. yang menyampaikan tentang kesehatan mental Odapus, serta dr. tutik Ernawati, M.Gizi, Sp.GK yang menyampaikan seputar nutrisi penyintas Lupus. Bincang Sehat dibuka oleh pihak Pemkot Metro.

Ketua KOL, Merli Susanti menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang sampai saat ini masih mendukung KOL, khususnya dr. Firhat Esfandiari, Sp.PD., selaku dokter penyakit dalam yang mencetuskan ide untuk membentuk KOL sejak Tahun 2014.

Lupus adalah salah satu penyakit autoimun yang mana daya tahan tubuh yang seharusnya bekerja melindungi tubuh dari zat asing, justru berbalik menyerang diri sendiri. Organ apapun bisa terlibat dalam penyakit ini, mulai dari sendi, mata, ginjal, jantung bahkan otak. Odapus bisa berada dalam kondisi yang sangat ringan sampai parah, bahkan dapat menyebabkan kematian. Namun, meskipun secara medis penyakit ini tidak bisa disembuhkan, Odapus bisa sampai pada titik remisi Dimana seorang Odapus dapat menjalani hidup normal, dengan konsumsi obat-obatan minimal atau bahkan terlepas dari obat sama sekali. Bahkan kini, persentase harapan hidup Odapus terus meningkat hingga di angka 90%.

Karena itu menurut Santi, sapaan akrab Merli Susanti bahwa menjadi Odapus memang sulit, namun yang tak kalah sulit adalah menjadi pendamping Odapus. “Odapus membutuhkan support system yang sangat baik untuk menuju masa remisi. Maka keberadaan pendamping sangat dibutuhkan, baik keluarga, sahabat dan orang sekitar. Demikian juga dokter-dokter yang senantiasa menjadi tempat terbaik untuk menyampaikan keluhan klinis kami para Odapus.” Papar Santi. Namun, Santi optimis, bahwa para Odapus di Lampung dapat terus melanjutkan hidup yang berkualitas, produktif dan Bahagia.

Bincang Sehat ini juga diawali dengan Yoga bersama sebagai salah satu sarana menuju hidup yang lebih berkualitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *