Salah satu keluhan utama yang disampaikan masyarakat dalam reses ini adalah kondisi infrastruktur yang masih memprihatinkan. Warga mengeluhkan jalan rusak, saluran drainase yang tidak berfungsi dengan baik. Mereka berharap agar pemerintah provinsi segera memperbaiki dan membangun infrastruktur yang lebih baik untuk meningkatkan aksesibilitas dan kesejahteraan masyarakat.
Selain masalah infrastruktur, masyarakat juga menyampaikan keluhan terkait pemangkasan layanan BPJS Kesehatan. Warga merasa semakin kesulitan mengakses layanan kesehatan yang memadai, serta terbatasnya fasilitas dan obat-obatan di puskesmas maupun rumah sakit. “Keluhan ini menjadi sorotan utama dalam setiap pertemuan reses, dengan harapan agar layanan BPJS dapat diperbaiki dan ditingkatkan kualitasnya,” ujar Budhi Condrowati, Jumat (28/2).
Selain BPJS, kelangkaan pupuk juga menjadi salah satu masalah serius yang dihadapi oleh para petani di Kabupaten Mesuji, Tulang Bawang, dan Tulang Bawang Barat. Masyarakat mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi, yang mengakibatkan turunnya produktivitas pertanian. “Petani berharap agar pemerintah lebih memperhatikan distribusi pupuk agar bisa sampai ke petani dengan harga yang wajar dan terjangkau,” ujar Ketua DPC PDI Perjuangan Mesuji ini.
Selain itu, isu terkait pelayanan kesehatan juga menjadi perhatian penting dalam reses ini. Masyarakat berharap agar fasilitas kesehatan di daerah-daerah terpencil bisa ditingkatkan, dengan penambahan tenaga medis dan fasilitas yang lebih memadai. Banyak warga mengungkapkan kesulitan dalam mengakses layanan kesehatan, terutama bagi mereka yang tinggal jauh atau terpencil.











