Peringati Hari Lupus Sedunia dan Hari Lahir, KOL Berharap Akses Kesehatan yang Lebih Mudah untuk Odapus

Editor

LAMPUNG (IP) – Komunitas Odapus Lampung (KOL) bersama Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek Provinsi Lampung Provinsi Lampung (PKRSUDAM) menyelenggarakan Peringatan Hari Lupus Sedunia dan Hari Lahir KOL ke-9 di Aula Gedung Kebidanan Lantai 3 RSUDAM pada Rabu (13/3).

‎Acara ini memberikan edukasi dengan tema “Mengenal Lupus Lebih Dalam dan Perencanaan Kehamilan pada Lupus” yang dihadiri oleh 150 peserta dengan narasumber dr. Rina Kriswiastiny, Sp.PD., KR., FINASIM selaku dokter konsultan reumatologi dan dr. Ronny Adrian, Sp.OG., Subsp.FER., D.MAS., F.ART., M.H.Kes selaku dokter kandungan konsultan fertilitas endokrinologi dan reproduksi. Peserta terdiri dari para Odapus se-Provinsi Lampung, pendamping Odapus, para dokter, tenaga kesehatan juga sejumlah pejabat di Provinsi Lampung.

‎Ketua KOL Merli Susanti menyampaikan, di hari Lupus Sedunia 2026 yg diperingati setiap 10 Mei tahun ini, mengusung tema Make Lupus Visible (Jadikan Lupus Terlihat). “Penyandang atau yang disebut Orang dengan Lupus (Odapus) sebagian besar merupakan wanita dalam usia produktif sehingga seringkali terlihat baik-baik saja dari luar.” jelas Santi, sapaan akrabnya.

“Padahal perjuangan yang dialami nyata. Nyeri sendi yang bukan nyeri biasa, demam yang sering muncul tanpa sebab, kelelahan ekstrim, berbagai organ dalam seperti ginjal, paru-paru, jantung bahkan otak yang bisa saja diserang karena sifatnya yang sistemik menjadi perjuangan tersendiri bagi Odapus” lanjutnya.

‎Senada dengan Santi, direktur RSUDAM, Imam Ghazali juga menyampaikan bahwa Lupus sebagai penyakit yang invisible kini harus lebih terlihat, agar perjuangan para penyandangnya tidak sendirian.



‎Untuk itu menurutnya, di hari Lupus Sedunia tahun ini sekaligus memperingati Hari Lahir KOL pada 13 Mei 2026, KOL bersama PKRS Abdul Moeloek memberikan edukasi untuk memahami Lupus lebih dalam lagi. serta dengan penyandang Lupus yang sebagian besar adalah perempuan, tentu sangat penting untuk memahami bagaimana menjaga kesehatan reproduksi seorang Odapus dan  bagaimana  ia merencanakan kehamilan.

‎Edukasi ternyata memantik sejumlah pertanyaan peserta yang tidak hanya dari sisi kesehatan Odapus, tapi juga dari sisi pelayanan kesehatan yang diperoleh Odapus. Para peserta yang sebagian besar adalah Odapus berharap agar para pasien Odapus bisa melakukan kontrol tanpa harus dibebani dengan persoalan administrasi seperti soal rujukan, administrasi penebusan obat, syarat-syarat BPJS dan lain-lain dalam beberapa kasus menambah beban Odapus itu sendiri.

‎Systemic Lupus Eriteumatosus (SLE) atau yang dikenal dengan Lupus adalah salah satu penyakit autoimun. Imun yang seharusnya melindungi diri justru berbalik menyerang karena adanya ketidakmampuan imun dalam mengenali mana kawan dan lawan sehingga berdampak terhadap berbagai organ yang secara sistemik dapat terserang.

‎Santi berharap, semakin banyak orang yang semakin memahami Lupus dan juga mengetahui strategi cara menjaga kesehatan reproduksi Odapus sehingga Odapus diharapkan tetap dapat menjalani hidup berkualitas dan berupaya untuk memiliki keturunan dengan tetap memperhatikan kondisi kesehatannya.

‎Terakhir, menurut Santi, dengan semakin banyaknya penyandang Lupus di Provinsi Lampung yang mana data KOL saat ini sudah terdapat 200 penyandang, menurutnya itu belum mencakup seluruh data riil karena masih banyak Odapus dan suspect Lupus di daerah yang belum tersentuh, karena itu KOL berharap akses untuk memperoleh pengobatan, dan pelayanan kesehatan untuk Odapus bisa menjadi perhatian pemerintah. Sepertimenggencarkan sosialisasi edukasi kepada nakes sampai ke tingkat yang paling dekat dengan masyarakat, termasuk untuk penyelenggaran cek laboratorium yang selama ini belum tercover oleh Jaminan Kesehatan Nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *