banner 120x600
banner 120x600

Menyongsong Indonesia Emas 2045, Komang Koheri Dorong Santri Jadi Motor Penggerak Kemajuan Bangsa

Editor
banner 120x600

LAMPUNG TENGAH (IP) – Memperingati Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh pada 22 Oktober 2026, Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, S.E., M.Sos., menyampaikan pesan khusus bagi seluruh santri di tanah air. Mengusung tema nasional “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, ia menekankan pentingnya peran santri dalam menjawab tantangan zaman modern.

​Menurut Komang, momentum Hari Santri bukan sekadar perayaan seremonial belaka, melainkan pengingat atas jasa besar para ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Semangat perjuangan tersebut, kata dia, harus diteruskan oleh generasi muda melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, serta penanaman karakter yang kuat.

​”Santri hari ini harus memiliki keseimbangan antara kedalaman ilmu agama dan penguasaan iptek serta keterampilan. Kombinasi inilah yang akan menjadikan mereka generasi andal dalam menghadapi dinamika global sekaligus mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” ujar Komang Koheri, Selasa (21/10/2026).

​Ia juga menyoroti pentingnya nilai-nilai luhur kepesantrenan—seperti kedisiplinan, kemandirian, kejujuran, dan tanggung jawab—sebagai fondasi utama dalam melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang berintegritas. Di samping itu, Komang mengingatkan agar para santri senantiasa merawat semangat persatuan, toleransi, dan gotong royong di tengah keberagaman masyarakat.

READ  Polresta Bandar Lampung Buka Layanan Penitipan Motor Selama Mudik Lebaran 2024

​Di era digital saat ini, Komang turut berpesan agar para santri mampu memanfaatkan kemajuan teknologi secara arif dan produktif. Ia mendorong generasi muda pesantren untuk cakap digital, kreatif, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi palsu atau hoaks.

​”Gunakan teknologi untuk memperluas wawasan dan menghadirkan inovasi positif. Jadilah pelopor perdamaian yang merawat kerukunan tanpa meninggalkan identitas, etika, dan karakter kebangsaan,” pesannya.

​Menutup keterangannya, Komang Koheri berharap sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, pondok pesantren, dan masyarakat dapat terus terjalin erat. Langkah kolaboratif ini diyakini mampu melahirkan generasi muda Lampung Tengah yang unggul, berakhlak mulia, mandiri, serta memiliki rasa cinta tanah air yang tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *