banner 120x600
banner 120x600

Buka PKD 2026, Komang Koheri Targetkan Seni dan Budaya Lampung Tengah Rambah Panggung Nasional

Editor
banner 120x600

GUNUNG SUGIH (IP) – Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, S.E., M.Sos., secara resmi membuka Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2026 di Gedung Sesat Agung Nuwo Balak, Gunung Sugih, Rabu (21/10/2026).

Mengangkat tema “Harmoni Budaya Bumi Lampung Menuju Indonesia Emas”, perhelatan tahunan ini ditujukan untuk memamerkan kekayaan tradisi, adat istiadat, serta kearifan lokal daerah sekaligus memupuk kebanggaan masyarakat terhadap warisan leluhur. Aganda ini turut dihadiri jajaran Forkopimda dan para kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Lampung Tengah.

Dalam arahannya, Komang Koheri menekankan bahwa identitas dan kebudayaan daerah harus terus dilestarikan serta dipromosikan secara masif. Ia berambisi agar seni budaya dari Bumi Beguai Jejamo Wawai tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga mampu bersaing di kancah nasional.

“Warisan budaya ini bernilai sangat tinggi. Kita perlu menjaga, mengembangkan, dan mewariskannya kepada penerus bangsa. Saya mengajak generasi muda untuk bangga dan berani berkarya memperkenalkan kebudayaan Lampung Tengah tanpa kehilangan identitas di tengah arus modernisasi,” tegas Komang.

READ  Peduli Lansia, Srikandi PLN UID Lampung Berikan Bantuan Nutrisi hingga Pemeriksaan Kesehatan

Selain sebagai benteng identitas daerah, Komang menambahkan bahwa penguatan sektor kebudayaan juga berpotensi menggerakkan roda ekonomi masyarakat melalui pengembangan pariwisata dan industri kreatif berbasis budaya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Tengah, Dr. Nur Rohman, S.E., M.Sos.I., menyampaikan bahwa PKD 2026 berfungsi sebagai ruang ekspresi bersama bagi seniman, budayawan, hingga pelajar.

Ia berharap ajang ini dapat menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan sinergi antara sekolah, keluarga, tokoh adat, serta komunitas seni. Menurutnya, generasi muda tidak cukup hanya menikmati pertunjukan seni, tetapi juga perlu memahami nilai filosofis luhur di balik setiap tradisi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *