banner 120x600
banner 120x600

Gebrakan Awal Kepemimpinan: Bupati I Komang Koheri Bawa Lampung Tengah ke Panggung LEIF 2026, Fokus Gaet Investor untuk Hilirisasi & Pengelolaan Sampah

Editor
banner 120x600

JAKARTA (IP) – Mengawali program 100 hari kerja pasca-dilantik sebagai Bupati Lampung Tengah oleh Gubernur Lampung, I Komang Koheri, S.E., M.Sos., langsung mengambil langkah taktis dalam menarik investasi strategis. Melalui ajang Lampung Economic and Investment Forum (LEIF) 2026 di Jakarta, Pemkab Lampung Tengah secara aktif membidik para investor nasional maupun internasional guna memperkuat sektor hilirisasi produk pertanian serta pengolahan limbah sampah.

Forum investasi yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Lampung ini menjadi panggung penting bagi daerah untuk memamerkan potensi ekonomi unggulannya. Hadir mendampingi jajaran Pemprov Lampung, Bupati Komang Koheri menegaskan bahwa arah pembangunan ekonomi Lampung Tengah kini bergeser menuju transformasi modern yang berdaya saing tinggi.

Dalam pemaparannya, Komang Koheri menyoroti pentingnya meninggalkan pola lama di mana komoditas pertanian daerah hanya dijual mentah ke luar wilayah. Menurutnya, potensi besar yang dimiliki Lampung Tengah—mulai dari padi, tebu, singkong, hingga kelapa sawit—harus diolah secara mandiri di dalam daerah agar memberikan multiplier effect yang masif bagi perekonomian lokal.

READ  M. Firsada Sholat Idul Adha di Islamic Center Tubaba

“Kita ingin Lampung Tengah tidak hanya menjadi penyuplai bahan mentah. Potensi pertanian yang ada harus diindustrialisasikan di daerah sendiri agar mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru, mendongkrak pendapatan petani, serta menghadirkan nilai tambah yang nyata bagi masyarakat,” tegas Komang.

Sebagai langkah konkret dari visi tersebut, Pemkab Lampung Tengah segera mendorong industrialisasi skala kerakyatan dan UMKM. Salah satu program terdekat yang disiapkan adalah pembukaan pabrik rumahan (home industry) gula merah dengan kapasitas produksi mencapai 30 ton, yang digerakkan langsung melalui ekosistem UMKM lokal.

Selain merintis hilirisasi komoditas, kepemimpinan baru ini juga memberikan apresiasi tinggi kepada para pelaku usaha dan korporasi besar yang selama ini telah lama berinvestasi dan menggerakkan roda perekonomian di Lampung Tengah, seperti PT Great Giant Foods (GGF) dan Great Giant Pineapple (GGP). Sinergi antara pemerintah, investor lama, dan investor baru diyakini menjadi kunci stabilitas ekonomi daerah.

Tidak hanya berfokus pada sektor agrikultur, gebrakan investasi Bupati Komang Koheri juga menyasar sektor penanganan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Ia mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada investor yang melirik peluang untuk mengolah timbunan sampah lama di TPA Lampung Tengah.

READ  Pegawai Lapas Kelas IIB Way Kanan ikuti Webinar Teknologi Informasi Transformasi Digital, Syarpani: Pemasyarakatan Semakin PASTI Melayani

Melalui penerapan konsep ekonomi sirkular (circular economy) dan teknologi pengelolaan modern, sampah yang selama ini menjadi beban lingkungan akan disulap menjadi produk bernilai ekonomis sekaligus mengurangi volume tumpukan secara signifikan.

Untuk menjamin kelancaran realisasi investasi tersebut, Komang menekankan pentingnya komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan iklim usaha yang sehat, kepastian regulasi, pelayanan perizinan yang transparan dan cepat, serta penyediaan fasilitas pembiayaan yang terintegrasi dengan lembaga keuangan dan penjaminan usaha.

Langkah strategis ini sejalan dengan arah kebijakan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang mendorong transparansi digital, kemudahan perizinan, serta penguatan infrastruktur demi mendongkrak perekonomian daerah. Terlebih, pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung pada triwulan II 2026 yang berhasil menyentuh angka 5,29% (yoy) menempatkannya sebagai salah satu motor penggerak ekonomi terkuat di wilayah Sumatera.

Melalui keikutsertaan di LEIF 2026, Bupati Komang Koheri optimistis Lampung Tengah ke depannya tidak sekadar dikenal sebagai lumbung pangan dan sentra penghasil komoditas pertanian, melainkan bertransformasi menjadi kawasan industri pengolahan mandiri yang produktif, berwawasan lingkungan, dan berkelanjutan.

READ  Bupati Ayu Asalasiyah Buka Gerakan Serentak Penetrasi Pasar di Blambangan Umpu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *