LAMPUNG TENGAH (IP) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sering kali dipandang sebelah mata sebagai rutinitas pembagian makanan belaka. Namun, anggapan tersebut dimentahkan langsung oleh Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, S.E., M.Sos., saat melakukan inspeksi mendadak sekaligus peninjauan ke SD Negeri Wates, Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Jumat (6/11/2026).
Di tengah riuhnya suasana sekolah, Bupati hadir bukan sekadar untuk memastikan para siswa menerima jatah makanan mereka. Lebih jauh dari itu, ia memeriksa secara detail aspek kualitas gizi, standar higienitas, hingga kelayakan infrastruktur belajar mengajar di sekolah tersebut.
Bagi sang bupati, kesehatan fisik anak didik tidak bisa dilepaskan dari kondisi lingkungan tempat mereka menimba ilmu. Oleh karena itu, pengecekan juga mencakup kebersihan lingkungan sekolah, keamanan pangan, serta kenyamanan fasilitas ruang kelas.
“Keberhasilan program ini tidak bisa diukur dari berapa banyak piring yang dibagikan. Kualitas gizi, kebersihan, keamanan makanan, serta tempat belajar yang sehat adalah satu kesatuan yang tak boleh dipisahkan,” tegas I Komang Koheri di hadapan para guru dan siswa.
Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa program strategis pemerintah pusat ini merupakan instrumen investasi jangka panjang bagi kualitas SDM daerah. Ia meminta seluruh jajaran dan pihak terkait agar tidak bekerja setengah-setengah dalam mengawal distribusi MBG. Pengawasan ketat terhadap kebersihan dan ketepatan sasaran menjadi harga mati.
“Jangan sampai ada satu pun anak yang kehilangan haknya. Apa yang kita lakukan hari ini sedang membentuk wajah Lampung Tengah di masa depan—menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” imbuhnya.
Melalui peninjauan ini, Pemkab Lampung Tengah ingin memastikan bahwa sinergi antara pemenuhan gizi anak dan perbaikan fasilitas pendidikan dapat berjalan beriringan demi mencetak generasi penerus bangsa yang tangguh dan kompetitif.















