banner 120x600
banner 120x600

Transformasi Tata Kelola Lampung Tengah: SI MADU SDM Didorong Jadi Solusi Konkret, Bukan Sekadar Formalitas Digital

Editor
banner 120x600

LAMPUNG TENGAH (IP) – Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah (Pemkab Lamteng) menegaskan bahwa kehadiran inovasi digital tidak boleh sekadar menjadi pajangan administratif atau penambah koleksi aplikasi pemerintahan. Melalui program SI MADU SDM (Sistem Inovasi Penyelarasan Program Pembangunan Sumber Daya Manusia Berbasis RPJMD), Pemkab menuntut adanya efektivitas dan dampak langsung bagi masyarakat.

Penegasan tersebut mengemuka dalam ekspos Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXIV Tahun 2026. Inovasi ini digagas oleh Plt. Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan (Ass. II Ekbang) Setdakab Lampung Tengah, Drs. Thoheran, M.Si., sebagai strategi untuk merapikan sinkronisasi pembangunan manusia agar selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, S.E., M.Sos., menyatakan dukungannya penuh terhadap langkah strategis ini. Ia mengingatkan agar seluruh jajaran birokrasi di lingkungannya meninggalkan mentalitas kerja sektoral yang berjalan sendiri-sendiri tanpa arah yang terpadu.

“Pembangunan SDM harus menjadi perhatian bersama. Kita tidak ingin program hanya sekadar berjalan atau memenuhi laporan administratif semata. Setiap rupiah anggaran dan setiap program yang digulirkan harus berorientasi pada hasil nyata yang dirasakan oleh masyarakat,” ujar Bupati I Komang Koheri, Jumat (6/11/2026).

READ  Wujudkan Masyarakat Bugar, Plt Bupati Lampung Tengah Gaungkan Senam "Sekinker Gelowing" dan CFD di Gunung Sugih

Menurutnya, tantangan utama dalam birokrasi saat ini adalah bagaimana menyatukan visi lintas sektor agar pemanfaatan sumber daya daerah menjadi jauh lebih efisien dan tepat sasaran. SI MADU SDM dirancang untuk menjembatani koordinasi antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sehingga penyelarasan target pembangunan manusia dapat dipantau secara transparan dan terukur.

Melalui Proyek Perubahan ini, Pemkab Lampung Tengah berharap budaya kerja birokrasi kian berorientasi pada kinerja (performance-oriented). Dengan perencanaan yang matang dan pengawasan yang berkelanjutan, kehadiran sistem digital ini diharapkan mampu mengakselerasi peningkatan kualitas SDM secara merata di seluruh wilayah Lampung Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *